About

Penambang Bitcoin Setop Bisnis Usai China Larang Crypto



Bitcoin merupakan mata uang digital atau cryptocurrency yang paling populer dan juga termahal. Salah satu menghasilkan bitcoin adalah menambangnya dengan peralatan komputer yang mahal. 
Dari 21 juta keping bitcoin yang tersedia, diketahui bahwa sudah ada 18,7 juta keping yang sudah berhasil ditambang.
Akhir-akhir ini harga pasar bitcoin kian menurun akibat peraturan perusahaan Tesla terbaru yang menyebutian bahwa Tesla Car atau Mobil Tesla tidak dapat dibeli lagi dengan mata uang crypto Bitcoin.
Sehingga harga bitcoin menurun pesat. Tidak hanya bitcoin, tapi koin crypto lainnya seperti Doge, Ethereum, dan Binance Smart Chain juga mengalami penurunan yang pesat. 


China Mulai Melarang Perdagangan Crypto

Alasan lainnya adalah karena China yang secara resmi melarang dan akan menindaklanjuti pelaku Cryptocurrency. 
Aksi ini membuat mata uang digital tersebut anjlok. Dilansir dari Reuters, Komite Dewan Negara yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Liu He mengumumkan tindakan keras pada Jumat malam.
Diketahui bahwa Bisnis Penambang Bicoin di China merupakan penyumpang 70% bitcoin di dunia.
"Sementara itu, kami menghubungi penyedia layanan di luar negeri, untuk membuka jalan bagi ekspor rig penambangan di masa depan," kata Huobi Mall melalui komunitas resmi Telegram, dan meminta klien untuk tidak khawatir dan tenang.
 "Dalam jangka panjang, hampir semua rig penambangan kripto China akan dijual di luar negeri, karena regulator China menindak penambangan di dalam negeri," tulisnya.

Dengan demikian China telah kehilangan posisinya sebagai pusat perdagangan cryptocurrency global setelah Beijing melarang pertukaran crypto pada 2017.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Buka komentar
Tutup komentar

Belum ada Komentar untuk "Penambang Bitcoin Setop Bisnis Usai China Larang Crypto"

Posting Komentar

Subcribe

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel